Melawan Keterbatasan, Adi Kurdi Mewujudkan Ketahanan Pangan di Padukuhan Nglebak

  • Apr 23, 2026
  • Garda Nglebak

Sebagian besar petani di Padukuhan Nglebak mengandalkan sistem pertanian tadah hujan. Akibatnya, ketika musim kemarau tiba, lahan sawah tidak dapat ditanami dan produktivitas pertanian khususnya tanaman padi berhenti total.

Salah satu petani muda yang berupaya mengatasi keterbatasan ini adalah Adi Kurdi. Ia memanfaatkan air dari Sungai Kali Oya menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawahnya di luar musim hujan. Dengan cara ini, warga Mojorejo ini dapat melakukan panen dua hingga tiga kali dalam setahun. Untuk menekan biaya operasional, ia memodifikasi mesin pompanya agar dapat menggunakan bahan bakar gas LPG, yang terbukti mengurangi biaya bahan bakar secara signifikan.

 

Hasil panen yang diperoleh dijual untuk pendapatan keluarga, dikonsumsi sendiri, dan disimpan sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya. Dengan pola ini, tidak perlu lagi membeli beras dari luar, sebuah wujud nyata ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Kendala yang masih dihadapi petani Nglebak adalah keterbatasan ketersediaan peralatan pertanian, khususnya traktor. Petani sering tidak kebagian giliran pakai, sehingga pengolahan lahan menjadi terlambat dan berpengaruh pada hasil panen. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat menyediakan peralatan pertanian yang memadai dan dapat diakses secara merata, sehingga lebih banyak petani dapat meningkatkan produktivitas lahannya sepanjang tahun.